Dongeng Fabel Kuda, Kancil dan Gajah

Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Dongeng Fabel Kuda, Kancil dan Gajah, Semut dan Cicak...

Dongeng Matahari dan Angin Utara

Cerita Dongeng Indonesia - Matahari dan Angin Utara. Portal dongeng anak Indonesia, cerita dongeng, cerita rakyat Indonesia, Dongeng Nusantara, cerita binatang Fabel, Hikayat, Legenda Indonesia dan Dongeng Asal Usul.
Cerita Dongeng Indonesia - Matahari dan Angin Utara. Suatu hari, Matahari dan Angin Utara sedang bertengkar. Mereka bertengkar menentukan siapa yang paling kuat diantara mereka. Keduanya saling menyombongkan diri.

‘’ Ketika aku meniupkan angin dengan kencang lama-lama semua orang akan membeku kedinginan,’’ ujar Angin Utara dengan sombong. ‘’Jika aku menyinarkan sinarku yang panas ini, lama-lama orang akan mati terbakar.’’ Sahut Matahari.

‘’Kalu begitu ayo kita buktikan siapa yang paling kuat, kau Matahari atau aku?’’ Usul Angin Utara.
Cerita Dongeng Anak Matahari dan Angin Utara. ‘’Baiklah. Siapapun diantara kita yang mampu membuat seseorang membuka pakaiannya, dialah yang akan jadi pemenangnya.’’ Jawab Matahari.

Angin Utara berkata dengan sangat sombong. ‘’Akulah yang akan jadi pemenangnya. Aku bisa menerbangkan mantel seseorang hanya dengan tiupan yang sangat ringan. Hahaa….’’

Angin Utara memulai pertandingan. Angin Utara mulai meniupkan angin dengan sekuat tenaga. Angin dingin yang di hembuskan Angin Utara menembus tubuh seorang Pengembara. “Brrr… dingin sekali.’’ Ujarnya sambil mengeluarkan mantel yang hangat didalam tas kecil yang di bawanya. “Akan kucoba sekali lagi.’’ Kata Angin Utara penasaran.

Kali ini Angin Utara menghembuskan anginnya lebih kuat lagi dari sebelumnya. Tetapi Pengembara itu terus berjalan sambil mengancingkan mantelnya. “Hahaa… Kali ini kau gagal Angin Utara. Sekarang adalah giliranku.” Sahut Matahari

Matahari mulai bersinar dengan sangat panas. Hingga pengembara itu mulai mengeluarkan keringat. “Aneh sekali cuaca hari ini. Tadi sangat dingin sekali, tiba-tiba sekarang berubah menjadi sangat panas .’’ Keluh pengembara. Sambil mengusap keringat yang mulai bercucuran di keningnya. Matahari bersinar semakin menyengat. “Hmm… Panas sekali hari ini. Sebaiknya kubuka baju saja. Gumam sang pengembara.

Pengembara mencari sungai untuk berendam. Setelah berjalan lama. Akhirnya Pengembara melihat sungai yang sangat indah . Ia langsung membuka bajunya dan melompat ke sungai tersebut untuk berendam. Ia sangat senang .

Angin Utara sangat marah karena ia gagal membuat Pengembara membuka bajunya. Tetapi ia sangat bangga pada keberhasilan Matahari. “Hei matahari.. ternyata kekuatan itu tidak selalu bisa mempengarunhi seseorang. Aku berusaha sekuat tanaga meniupkan angin dingin pada pengembara itu namun nyatanya gagal. Dan kamulah pemenangnya. Kamu memang kuat Matahari.” Kata Angin Utara. ‘’Terima Kasih Angin Utara. Tetapi kau juga sangat kuat. Kita berdua sama-sama kuat’’ Sahut Matahari

Pesan moral dari Dongeng Anak Matahari dan Angin Utara adalah Sikap rendah hati dan simpati akan mempengaruhi kemauan seseorang dari pada memaksanya dengan kekuatan

Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik Cerita Dongeng yaitu meliputi Tema Cerita Dongeng, Amanat/Pesan Moral Cerita Dongeng, Alur Cerita/Plot Cerita Dongeng, Perwatakan/Penokohan Cerita Dongeng, Latar/Setting Cerita Dongeng, serta Sudut pandang Cerita Dongeng. dan kadang disertai  unsur Ekstrinsik Cerita atau Dongeng.


Dongeng Burung Merak yang Angkuh dan Bangau

Cerita Dongeng Indonesia - Portal dongeng anak Indonesia, cerita dongeng, cerita rakyat Indonesia, Dongeng Nusantara, cerita binatang Fabel, Hikayat, Legenda Indonesia dan Dongeng Asal Usul. Dongeng Burung Merak yang Angkuh dan Bangau.
Cerita Dongeng Indonesia - Dongeng Burung Merak yang Angkuh dan Bangau. Pada suatu hari yang cerah. Seekor burung merak berjalan dengan angkuhanya, di tengah perjalanan ia bertemu dengan seekor burung bangau, dan untuk membuat sang Bangau kagum, dia memamerkan keindahan bulunya, dia mengembangkan bulunya yang indah berwarna warni di bawah sinar matahari.

"Lihat," katanya. "Dapatkah kamu mengalahkan keindahan buluku? Saya sangat cantik dengan warna buluku, sedangkan bulumu kusam kelabu dan kotor!"

Sang Bangau hanya diam, ia lalu merentangkan sayapnya lebar-lebar dan terbang jauh tinggi ke atas.

"Ikutilah saya kalau kamu bisa," Kata sang Bangau. Tetapi sang Merak hanya bisa berdiri terpaku karena burung merak termasuk jenis burung yang tidak dapat terbang, sedangkan sang Bangau terbang melayang-layang di langit biru dengan bebasnya, dia memandang sang merak sambil berkata, "Kita memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, maka jangankah terlalu sombong dengan kelebihan yang kita miliki".

Burung merak hanya diam saja, dia merenungi ucapan sang Bangau. Kini dia sadar, kalau dia telah berbuat salah. dan sejak saat itu burung merak tidak pernah menyombongkan keindahan bulunya kepada hewan lain.

Pesan Moral Dongeng Burung Merak yang Angkuh dan Bangau adalah : jangan sekali-kali kita menyombongkan kelebihan yang kita miliki, karena di balik kelebihan pasti ada kekurangan. Berlakulah rendah hati terhadap sesama, itu jauh lebih baik daripada menyombongkan diri.

Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik Cerita Dongeng yaitu meliputi Tema Cerita Dongeng, Amanat/Pesan Moral Cerita Dongeng, Alur Cerita/Plot Cerita Dongeng, Perwatakan/Penokohan Cerita Dongeng, Latar/Setting Cerita Dongeng, serta Sudut pandang Cerita Dongeng. dan kadang disertai  unsur Ekstrinsik Cerita atau Dongeng.