Dongeng Fabel Kuda, Kancil dan Gajah

Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Dongeng Fabel Kuda, Kancil dan Gajah, Semut dan Cicak...

Dongeng Asal Usul Air Laut Asin

Cerita Dongeng Indonesia - Dongeng Asal Usul Air Laut Asin. Disebuah perkampunagan nun jauh disana hiduplah sepasang kakak beradik kembar, meskipun kembar mereka mempunyai watak yang berbeda satu sama lain, Sang adik memiliki watak yang sabar dan belas asih kepada sesama, kebalikan nya sang kakak ceroboh dan angkuh, mereka sama-sama miskin pekerjaan keduanya hanyalah seorang nelayan, jika pagi mereka mencari makan, sore harinya dihabiskan buat santap malam sekeluarga terkadang keduanya tidak makan sama sekali ketika hasil tangkapan ikannya lagi sepi. Sang adik yang baik hati bernama latando sedangkan istrinya bernama seruni, sedangkan sang kakak yang congkak bernama latanday sang istri bernama Jelita, keduanya tinggal dalam satu pekarangan namun rumah yang berbeda.

Suatu hari Latando dengan Latanday mengeluh karena hasil tangkapan ikan sore itu tidak sesuai dengan harapan mereka, mereka pulang kerumah dengan tangan hampa, setibanya dirumah latanday marah-marah kepada istri nya karena hanya menghidangkan nasi saja tanpa lauk sedikitpun, sementara Latando menerima hidangan yang disiapkan oleh isteri nya dengan senang hati meskipun hanya nasi dan lauk pauk seadanya. "Alhamdulillah bu, sekarang kita masih bisa makan, nikmati saja pemberian Tuhan ini dengan penuh rasa syukur” latando mencoba mengingatkan istri nya.

“Iya pak, ibu mengerti seharian ini bapak ke laut susah payah mencari ikan, ibu tidak marah kok meskipun tidak ada hasil, yang penting bapak pulang dengan selamat”. Kata sang istri sambil menghidangkan makanan, ketika mereka tengah asyik mengobrol terdengar suara gaduh dari sebelah rumahnya, sura itu berasal dari rumahnya latanday.

“Keluar kamu pengemis malas, bisa nya cuma meminta-minta saja,kamu tahu cari makanan itu sulit, pergi saja, sebelum aku usir degan kasar” Latanday terlihat agak kesal dibuat nya, melihat hal itu latando agak sedikit iba pada kakek pengemis yang berpakaian compang-camping itu.

“kakek, sini. makan bersama kami disini”. Kemudian pengemis itu menghampiri latando, disuruhnya pengemis itu masuk, dengan lahap nya makan, sampai-sampai jatah makan untuk dia dan istri nya dihabiskan pula, melihat hal itu mereka hanya tersenyum, mereka sudah saling mengingatkan jika ada makanan ataupun tidak, rezeki sudah ada yang mengatur, hingga tidak perlu berkeluh kesah.

“kakek sudah kenyang?” Tanya latando dengan senyum tersungging dibibirnya “Sudah nak, terimakasih bapak kenyang sekali, tapi… kakek minta maaf, saking laparnya hingga tidak menyisakan barang sedikitpun” Kata kekek pengemis, kalau saja si latanday yang di perlakukan seperti itu mungkin dia akan marah besar, lain hal nya saat ini latando menerima dan pasrah meskipun dalam keadaan lapar.

“Kamu baik sekali nak, sebagai balasan atas kebaikan mu. Terimalah ini pemberian kakek sebuah lesung penumbuk garam, namun ini bukan lesung sembarangan nak, pergunakan alu ini, kemudian tumbukklah, maka dari dalam lesung ini akan mengeluarkan garam terus menerus sampai kamu mengetukkan alu ini ketanah tiga kali” kakek memberikan lesung kecil itu pada latando, ia sangat gembira menerima pemberian kakek itu, karena senang nya, sampai-sampai tidak menyadari kepergian kakek-kakek tadi.

Latando menumbukkan alu ke lesung itu tiga kali dengan ajaib keluarlah garam dari dalamnya kemudian ketika mengetukkan nya ketanah lesung itu berhenti mengeluarkan garam, setiap kali dia membutuhkan uang tinggal menjual garam-garam yang keluar dari lesung ajaib itu, lama-kelamaan laando menjadi kaya raya berkat lesung pemberian kakek pengemis, sehingga menimbulkan keirian dihati latanday, dia mengetahui perihal lesung ajaib milik adik nya itu, kemudian dengan siasat licik nya dia berupaya untuk merebutnya.

“hahahaha dasar bodoh, tolol. Goblok, kena tipu dia, padahal aku bilang hanya pinjam saja” tawa latanday penuh kegirangan, setelah meminjam lesung itu kemudian dia dan istri nya pergi menyeberangi lautan, meninggalkan perkampungan, di tengah-tengah lautan latanday tertawa terbahak-bahalk. “hahahaha baik nya kita coba keajaiban lesung ini, mana penumbuknya istriku. Sini”pinta latando tidak sabar untuk menyaksikan keajaiban lesung tersebut “ini suamiku” sang istri menyerahkan penumbuk itu pada suaminya “hahahahahaha… kita kaya istriku, lihatlah ini, garam nya semakin banyak hahaha”

Latanday tidak menyadari kalau semakin bertambah saja garam memenuhi perahunya, dia berusaha menghentikan garam yang keluar dari dalam lesung itu, tidak akan mungkin ada daratan untuk mengetukkan alu ini, lama kelamaan isi perahu latanday semakin penuh, saking penuhnya tidak bisa ia keluarkan denga cepat, perahu pun tenggelam karena kelebihan beban, bersama dengan itu latanday dengan istrinyapun ikut tenggelam kedasar lautan, sementara lesung itu terus saja mengeluarkan garam sampai mengubah air laut yang semulanya tawar menjadi asin. Konon Lesung yang tenggelam kedasar laut itulah Yang Menyebabkan Air Laut Asin.

Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik Cerita Dongeng yaitu meliputi Tema Cerita Dongeng, Amanat/Pesan Moral Cerita Dongeng, Alur Cerita/Plot Cerita Dongeng, Perwatakan/Penokohan Cerita Dongeng, Latar/Setting Cerita Dongeng, serta Sudut pandang Cerita Dongeng. dan kadang disertai  unsur Ekstrinsik Cerita atau Dongeng.



Legenda Asal Usul Nama Madura

Cerita Dongeng Indonesia - Portal dongeng anak Indonesia, cerita dongeng, cerita rakyat Indonesia, cerita binatang Fabel, Hikayat, Legenda Indonesia dan Dongeng Asal Usul.
Cerita Dongeng Indonesia - Legenda Asal Usul Nama Madura. Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan di atas pegunungan Tengger, bernama Kerajaan Medangkamulan. Pada masa itu, diperintah oleh Prabu Gilingwesi yang sangat dihormati dan disegani rakyatnya. Raja dibantu oleh perdana menteriyang gagah berani dan cerdik bernama Patih Pranggulang.

Meskipun Kerajaan Medangkamulan adil dan makmur, tetapi agak bersedih hati karena Putrinya yang cantik jelita yang bernama Putri Raden Ayu Tunjungsekar tidak mau bersuami. Telah banyak lamaran datang dari para putra mahkota kerajaan-kerajaan tetangga, namun semua itu ditolak oleh Putri Raden Ayu Tunjungsekar

Pada suat malam Putri Raden Ayu Tunjungsekar tidur amat pulas. Dalam tidurnya ia bermimpi sedang berjalan-jalan di tengah kebun yang sangat indah. Di kejauhan terdengar tembang seorang pangeran yang sangat merdu. Ketika ia sedang menikmati keindahan itu, tiba-tiba bulan purnama muncul di langit yang bersih tanpa awan. Ia sangat terpesona melihat sinar bulan yang sangat lembut itu.

Bulan itu pun turun. Makain lama makin rendah. Putri Tunjungsekar heran melihat peristiwa itu setelah dekat, bulan itu masuk ke Putri Tunjngsekar. Pada saat itulah Putri Tunjungsekar terbangun. Ia terkejut. Ia pun kemudian mencoba untuk mengartikan mimpi itu. Beberapa bulan setelah mimpi itu Putri Tunjungsekar hamil.Prabu Gilingwersi merasa terpukul dan amat murka. Ia tidak percaya kalau kehamilan putrinya itu diakibatkan oleh mimpi. Maka kemudian ia memutuskan untuk menghukum Putri Tunjungsekar.

“ Patih“, kata raja dengan nada sangat marah, “Bawalah Putri Tunjungsekar ke hutan, dan di sana bunuhlah ia sebagai hukuman atas kesalahannya.”

Patih Pranggulang pun berangkat. Setelah berjalan sehari semalam, sampailah mereka di hutan yang sangat lebat yang kebetulan dekat dengan laut. Mereka berhenti di tempat tersebut.

“ Ki Patih, “ ujar Tunjungsekar,’ Silakan hukuman mati untukku dilaksanakan. Tetapi ingat, kalau Ki Patih tidak bisa membunuhku, berarti aku memang tidak bersalah.”

“ Baik, Tuan Putri, “ jawab Ki Patih.

Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Dengan cepat ia mengayunkan pedang ke Putri Tunjungsekar. Akan tetapi, sebelum menyentuh tubuh Putri Tunjungsekar pedang itu jatuh ke tanah. Ki Patih memungut pedang itu, kemudian berusaha mengayunkan ke leher Putri Tunjungsekar, tetapi sebelum menyentuh leher sang Putri pedangnya malah terpental jauh. Ki Patih tidak putus asa. Ia mencoba lagi, tetapi tetap gagal. Kali ini bahkan pedangnya terpental makin jauh.

“Tuan Putri, kiranya benarlah apa yang Tuan putri katakan. Tuan Putri memang tidak bersalah”, kata Ki Patih.” Karena itu, sebaiknya Tuan Putri segera pergi meninggalkan tempat ini. Hamba akan membuat rakit untuk Tuan Putri. Berakitlah melalui laut ini, hamba yakin nanti Tuan Putri akan menemui daratan. Hamba sendiri tidak akan pulang ke kerajaan tetapi akan bertapa di sini untuk mendoakan agar Tuan Putri selamat,” tambahnya.

Tunjungsekar pun kemudian menaiki rakit yang telah dibuat Ki Patih. Ketika sampai di tengah laut pada suatu malam, kebetulan waktu itu bulan sedang purnama, perut Tunjungsekar terasa sangat sakit. Ketika bulan benar-benar di atas Tunjungsekar lahirlah seorang bayi laki-laki yang mungil dari perut Tunjungsekar. Bayi itu didekapnya dengan penuh kasih sayang. Karena lahir di laut, bayi itu diberi nama Raden Sagara. Sagara dalam bahasa Madura sama dengan segara dalam bahasa Jawa, artinya laut.

Beberapa hari kemudian pada suatu pagi tampaklah di mata Tunjungsekar sebuah pulau. Ia pun kemudian mendekatinya. Ketika rakit yang dinaikinya sudah menepi di pulau itu, Tunjngsekar sambil mendekap bayinya turun dari rakit. Tiba- tiba hal aneh terjadi. Ketika sampai di darat, raden sagara yang baru berumur beberapa hari tiba-tiba melocat ke tanah . Ia pun kemudian berlari kesana kemari dengan riangnya tubuh raden sagarapun cepat bertambah besar.

Raden Sagara dan ibunya berjalan terus. Pulau itu sangat sepi, tidak ada manusia lain kecuali mereka berdua. Mereka kemudian tiba di sebuah tanah yang lapang. Dalam bahasa Madura tanah lapang disebut ra-ara atau hampir sama dengan ara-ara dalam bahasa Jawa. Di sudut tanah lapang itu Raden Sagara melihat sebatang pohon. Ia mendekati pohon itu. Di dahan paling rendah ada sarang lebah yang cukup besar. Ketika Raden Sagara mendekat lebah-lebah bertebangan menjauh, seolah-olah mempersilahkan Raden Sagara untuk mengambil madunya. Kemudian Raden Sagara pun dapat menikmati madu bersama ibunya sepuas-puasnya.

“Karena mereka menemukan madu di tanah lapang yang luas, tempat itu kemudian diberi nama Madura, yaitu berasal dari kata madu era – ara, artinya madu di tanah yang lapang. Raden Sagara pun kemudian hidup bersama ibunya, dan kelak kemudian hari ia menjadi raja memerintah Pulau Madura untuk kali pertamanya.

Cerita Dongeng Indonesia - Portal Edukasi dongeng anak Indonesia, cerita dongeng, cerita rakyat Indonesia, Dongeng Nusantara, cerita binatang, Fabel, Hikayat, Legenda Indonesia, Dongeng Asal Usul, Cerita rakyat nusantara, kumpulan kisah dongeng anak indonesia, kumpulan cerita anak Indonesia, kumpulan cerita lucu, daftar cerita dongeng, fabel, hikayat, tips belajar, edukasi anak usia dini, PAUD, dan Balita.

Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik Cerita Dongeng yaitu meliputi Tema Cerita Dongeng, Amanat/Pesan Moral Cerita Dongeng, Alur Cerita/Plot Cerita Dongeng, Perwatakan/Penokohan Cerita Dongeng, Latar/Setting Cerita Dongeng, serta Sudut pandang Cerita Dongeng. dan kadang disertai  unsur Ekstrinsik Cerita atau Dongeng.