Dongeng Fabel Kuda, Kancil dan Gajah

Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Dongeng Fabel Kuda, Kancil dan Gajah, Semut dan Cicak...

Si Kancil Kerbau dan Buaya

Si Kancil Kerbau dan Buaya
Cerita Dongeng Indonesia - Cerita Si Kancil Kerbau dan Buaya - Pada jaman dahulu di suatu hari si kerbau sedang berjalan di pinggir sungai, dari kejauhan tampak sang buaya sedang mengawasi si kerbau. "Hmm, bagaimana ya supaya aku bisa menangkap si kerbau menjadi santap siangku" si buaya muncul akal jahatnya. Tiba-tiba si kerbau dikejutkan oleh suara minta tolong.

"Tolong..tolong, tolong aku kerbau", si kerbau berlari menuju arah suara itu datang. "Lho buaya, kenapa kamu?, kenapa kamu bisa terjepit pohon disitu? Kamu mau selfie ya?". "Dasar kerbau ga pernah makan bangku sekolah (ya eyaa laah...), cepat bantu tolong aku sini, cepat..!" Si buaya mengerang kesakitan akibat ia sengaja menjatuhkan pohon di atas punggungnya. "Baiklah, sebentar ya aku mau ambil pic kamu, kayaknya bagus buat DP aku nih..hehehe becanda". Si kerbau segera menolong si buaya yang terjebak oleh batang pohon.

Kayu pohon itu segera diangkat oeh tanduk si kerbau, tapi tiba-tiba si buaya menggigit kaki si kerbau dan kerbaupun kesakitan. "Lho buaya, kenapa kamu gigit aku, khan aku sudah menolong kamu, aku ini ingin membebaskan kamu dari batang pohon ini, bagaimana sih ini..?" Si kerbau menjadi heran dengan tingkah buaya tersebut. "Hehehe..memang aku sengaja menjatuhkan pohon ini agar kamu bisa aku makan" jawab si buaya. "Oh begitu ya..baiklah kalau begitu, aku juga ingin minta tolong kayak kamu deh..toloonggg...tolongggin aku" teriak si kerbau.

Tak lama kemudian, si kancil lewat di hadapan kerbau dan buaya. "Ada apa ini?, kalian kok rukun sekali berdua?, aku jadi terenyuh" kata si kancil yang tidak tahu masalahnya. "Rukun? Kamu bilang ini rukun? Ohh plis deh cil, si buaya ini sangat tidak tau cara berterima kasih cil, aku ingin tolong dia..eh malah dia mau menyantap aku" kilah sang kerbau menceritakan kejadian itu kepada si kancil. "Oaalaaa...buaya..buaya...kok kamu ga pernah sadar sih. Coba aku bertanya kepada kamu ya buaya, bagaimana awalnya kamu bisa menjebak si kerbau ini..dari awal lho.." Pinta si kancil kepada buaya untuk menceritakan kejadian itu.

"Begini cil.." Si buaya mulai menceritakan sambil melepas gigitannya di kaki sang kerbau. "Awalnya aku melihat si kerbau berjalan, lalu aku timbul ide untuk menaruh pohon ini diatas punggungku, tapi ternyata pohon ini terlalu berat dan aku tidak bisa bergerak, kemudian aku minta tolong si kerbau tapi si kerbau ini membuat aku lapar dan aku pun menggigit kakinya agar tidak pergi" si buaya menceritakan panjang lebar kepada si kancil. "Ooh begitu ya, lalu bagimana si kerbau mencoba membebaskanmu, buaya?" Tanya si kancil. "Dia mengangkat batang pohon ini dengan tanduknya". Jawab si buaya. "Apakah kamu ingin bebas dan tidak bohong lagi?" Tanya si kancil kepada buaya. "Iya cil, pohon ini terlalu berat dari yang aku bayangkan..hikss..aku menyesal cil.." Si buaya mulai sedih. "Baiklah karena kamu jujur dan mau mengakui kesalahan, baiklah kali ini kamu akan kami lepaskan tapi ingat, jangan kamu ulangi lagi kesalahan kamu seperti ini lagi yaa" pinta si kancil. "Baiklah aku berjanji cil, dan aku tidak akan mengulanginya lagi" si buaya berjanji. Tak lama kemudian si buaya lepas dan kembali ke sungai.

Pesan Moral Cerita Si Kancil Kerbau dan Buaya adalah : Kita harus bisa memaafkan kesalahan orang lain, dan tidak boleh semena-mena kepada semua makhluk hidup ciptaan-Nya.

Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik Cerita Dongeng yaitu meliputi Tema Cerita Dongeng, Amanat/Pesan Moral Cerita Dongeng, Alur Cerita/Plot Cerita Dongeng, Perwatakan/Penokohan Cerita Dongeng, Latar/Setting Cerita Dongeng, serta Sudut pandang Cerita Dongeng. dan kadang disertai  unsur Ekstrinsik Cerita atau Dongeng.


Seruling Ajaib

Seruling Ajaib
Cerita Dongeng Indonesia - Pada suatu hari, Si Kancil sedang asyik berjalan di hutan bambu. “Ternyata enak juga jalan-jalan dihutan bambu, sejuk dan begitu damai,” kata kancil dalam hati. Keasyikan berjalan membuat ia lupa jalan keluar, lalu ia mencoba jalan pintas dengan menerobos pohon-pohon bambu. Tapi yang terjadi si kancil malah terjepit diantara batang pohon bambu. “Tolong! Tolong!” teriak kancil. Ia meronta-ronta, tapi semakin ia meronta semakin kuat terjepit. Ia hanya berharap mudah-mudahan ada binatang lain yang menolongnya.

Tak jauh dari hutan bambu, seekor harimau sedang beristirahat sambil mendengarkan kicauan burung. Ia berkhayal bisa bernyanyi seperti burung. “Andai aku bisa bernyanyi seperti burung, tapi siapa yang mau mengajari aku bernyanyi ya ?”, tanyanya dalam hati. Semilir angin membuat harimau terkantuk-kantuk. Tak lama setelah ia mendengkur, terdengar suara berderit-derit. Suara itu semakin nyaring karena terbawa angin. “Suara apa ya itu ?” kata harimau.

“Yang pasti bukan suara kicauan burung, sepertinya suaranya datang dari arah hutan bambu, lebih baik aku selidiki saja,” ujar si harimau. Suara semakin jelas ketika harimau sampai di hutan bambu. Ia mendapati ternyata seekor kancil sedang terjepit diantara pohon-pohon bambu. “Wah aku beruntung sekali hari ini, tanpa susah payah hidangan lezat sudah tersedia”, ujar harimau kepada kancil sambil lidahnya berdecap melihat tubuh kancil yang gemuk. Kancil sangat ketakutan.”Apa yang harus kulakukan agar bisa lolos dengan selamat ?”, pikir si kancil.

“Harimau yang baik, janganlah kau makan aku, tubuhku yang kecil pasti tak akan mengenyangkanmu.” “Aku tak perduli, aku sudah lama menunggu kesempatan ini,” ujar si harimau. Angin tiba-tiba berhembus lagi, kriet….kriet… “Suara apa itu ?”, Tanya Harimau penasaran. “Itu suara seruling ajaibku,” jawab kancil dengan cepat. Otaknya yang cerdik telah menemukan suatu cara untuk meloloskan diri. “Aku bersedia mengajarimu asalkan engkau tidak memangsaku, bagaimana ?” Tanya si kancil. Harimau tergoda dengan tawaran si kancil, karena ia memang ingin dapat bernyanyi seperti burung. Ia berpikir meniup seruling tidak kalah hebat dengan bernyanyi. Tangan si kancil pura-pura asyik memainkan seruling seiring dengan hembusan angin. Sementara harimau memperhatikan dengan serius. “Koq lagunya hanya seperti itu ?”, Tanya harimau. “ini baru nada dasar”, jawab kancil.

“Begini caranya, coba kau kemari dan renggangkan dulu batang bambu ini dari tubuhku”, kata si kancil. Harimau melakukan apa yang dikatakan kancil hingga akhirnya kancil terbebas dari jepitan pohon bambu. “Nah, sekarang masukkan lehermu dan julurkan lidahmu pada batang bambu ini. Lalu tiuplah pelan-pelan ,” Kancil menerangkan dengan serius. “Jangan heran ya, kalau suaranya kadang kurang merdu, tapi kalau lagi tidak ngadat suaranya bagus lho.” “Untung ada si harimau, hmm bodoh sekali dia, mana ada seruling ajaib,” kata kancil dalam hati. “Harimau yang telah terjepit diantara batang bamboo tidak menyadari bahwa ia telah ditipu si kancil. “Kau mau pergi kemana, Cil ?”, Tanya harimau. “Aku mau minum dulu, tenggorokanku kering karena kebanyakan meniup seuling,” jawab si kancil. “Masa aku harus belajar sendiri ?”, tanya harimau lagi. “Aku pergi tidak lama, nanti waktu aku kembali, kau harus sudah bisa meniupnya ya, jawab si kancil sambil pergi meninggalkan harimau.

Setelah si kancil pergi, angin bertiup semilir-semilir dan semakin lama semakin kencang. Batang-batang pohon bambu menjadi saling bergesekan dan berderit-derit. “Hore aku bisa !”, seru harimau bersemangat. Karena terlalu bersemangat meniup, lidah harimau menjadi terjepit di antara batang bambu. Ia berteriak kesakitan dan segera menarik lidahnya dari jepitan batang bambu. “Wah ternyata aku telah ditipu lagi oleh si kancil, betapa bodohnya aku ini !, pasti bunyi berderit-derit itu suara batang bambu yang bergesekan. “Grr, benar-benar keterlaluan, kalau ketemu nanti akan ku hajar si kancil”, kata harimau.

Setelah lelah mencari si kancil, akhirnya harimau beristirahat di bawah pohon. Angin berhembus kembali. Kriet..kriet..krietmembuat batang-batang bambu saling bergesekan dan berderit-derit. Hal ini membuat amarah harimau sedikit reda. Ia jadi mengantuk dan akhirnya tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi dapat meniup seruling asli ! Membuat para binatang menari dan menyanyi.

Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik Cerita Dongeng yaitu meliputi Tema Cerita Dongeng, Amanat/Pesan Moral Cerita Dongeng, Alur Cerita/Plot Cerita Dongeng, Perwatakan/Penokohan Cerita Dongeng, Latar/Setting Cerita Dongeng, serta Sudut pandang Cerita Dongeng. dan kadang disertai  unsur Ekstrinsik Cerita atau Dongeng.